Tips dasar jurnalistik untuk penulis pemula antara lain :
1. Fakta haruslah kongkrit. Opini dan penafsiran harus ditulis dalam
alinea yang berbeda. Boleh tidak bersikap netral, tapi harus independen.
Ada
beberapa contoh yang nampak, yang pernah dilakukan oleh wartawan yang tidak
memiliki tanggung jawab. Yaitu Para wartawan yang meliput, beberapa berita atau
banyak berita yang dilebih lebihkan. Saya pernah mengamati, ada salah satu
berita yang di liput di stasiun televisi
yang menayangkan Bapak Jokowi sedang menjadi imam masjid, setelah sambutan
CAPRES DAN CAWAPRES dalam acara pengajian Muhammadiyah.
Dan dalam berita tersebut menanyangkan
bahwasannya bapak jokowi sedang menjadi
imam dengan suara yang indah dan merdu. Padahal pasa saat itu, bapak Jokowi menjadi
imam pada sholat dhuhur. Ini adalah kebohongan besar yang dilakukan oleh
wartawan yang mampu menyesatkan public.
Penulisan
opini haruslah dipisahkan dengan alinea fakta. Agar nantinya, public yang
menanggapi, tidak salah dalam persepsi. Sebagai seorang wartawan haruslah mampu
memberikan sebuah penjelasan mana yang opini dan mana yang fakta. Dan tentunya seorang
wartawan, haruslah bersikap independen terhadap narasumber manapun.
2.
Tanda Baca koma dan pola
piramida terbalik.
Tanda
baca koma adalah salah satu hal yang paling urger dalam kepenulisan. Karena,
jika salah saja dalam penempatan koma, maka redaktur akan salah dalam memahami.
Sebagai contoh “ hana memukul, andi masuk penjara ”. seharusnya kalimat yang
benar adalaha “ hana memukul andi, masuk penjara ”.
3. Catat dengan detail. Dengarkan dengan cermat.
Rekam, jangan andalkan ingatan.
Salah
satu indikasi wartawan pemula adalah mereka yang mengandalkan ingatan. Pernah
ada suatu liptan yang salah dikarenakan wartawan yang malu untuk bertanya.
Andaikata belum memahami ucapan narasumber, jangan sungkan untuk bertanya.
Tidak validanya suatu berita manakala wartawan hanya meliput dari jarak
kejauhan tanpa adanya narasumber.
4. Tulis dalam kalimat yang jelas, lengkap, dan
jernih.
Seringkali
redaktur surat kabar atau koran enggan untuk merevisi berita, karena
terkejarnya deadline. Dan ketika sedang melakukan prosesi pengumpulan
informasi, seorang wartawan harus benar benar melaksanakan landasan
teoritis, yaitu 5w 1H. Yang diutamakan
dalam menulis berita adalah bukan terfokus dengan bagaimana suatu berita,
tetapi lebih di khususkan kepada apa, dimana,siapa dan mengapa. Dan jangan
terlalu banyak dengan opini- opini dari wartawan yang membuat bosan pembaca.
5. Fokus pada topik berita. Jangan melebar ke
sana-sini.
Focus
pada topik berita, adalah esensi utama wartawan untuk meraih sebuah suksesi
dalam pemberitaan. Wartawan pun, haruslah
memulai mewawancarai narasumber satu dan yang lain yang relevan. Jika
seorang wartawan sedang membahas soal “Minimnya
Gaji Guru honorer ”. tentunya, wartawan tidak hanya mewawancari satu
narasumber dari pihak guru honorer, tapi juga harus mewawancarai pihak kepala
sekolah, terus juga Dinas Pendidikan.
+