Minggu, 20 Juli 2014

Leave a Comment

Tips dasar jurnalistik untuk penulis pemula

Tips dasar jurnalistik untuk penulis pemula antara lain :
1.       Fakta haruslah kongkrit.  Opini dan penafsiran harus ditulis dalam alinea yang berbeda. Boleh tidak bersikap netral, tapi harus  independen.

Ada beberapa contoh yang nampak, yang pernah dilakukan oleh wartawan yang tidak memiliki tanggung jawab. Yaitu Para wartawan yang meliput, beberapa berita atau banyak berita yang dilebih lebihkan. Saya pernah mengamati, ada salah satu berita yang di liput di stasiun  televisi yang menayangkan Bapak Jokowi sedang menjadi imam masjid, setelah sambutan CAPRES DAN CAWAPRES dalam acara pengajian Muhammadiyah.

 Dan dalam berita tersebut menanyangkan bahwasannya  bapak jokowi sedang menjadi imam dengan suara yang indah dan merdu. Padahal pasa saat itu, bapak Jokowi menjadi imam pada sholat dhuhur. Ini adalah kebohongan besar yang dilakukan oleh wartawan yang mampu menyesatkan public.

Penulisan opini haruslah dipisahkan dengan alinea fakta. Agar nantinya, public yang menanggapi, tidak salah dalam persepsi. Sebagai seorang wartawan haruslah mampu memberikan sebuah penjelasan mana yang opini dan mana yang fakta. Dan tentunya seorang wartawan, haruslah bersikap independen terhadap narasumber manapun.

2.       Tanda Baca koma dan pola piramida terbalik.

Tanda baca koma adalah salah satu hal yang paling urger dalam kepenulisan. Karena, jika salah saja dalam penempatan koma, maka redaktur akan salah dalam memahami. Sebagai contoh “ hana memukul, andi masuk penjara ”. seharusnya kalimat yang benar adalaha “ hana memukul andi, masuk penjara ”.

3.       Catat dengan detail. Dengarkan dengan cermat. Rekam, jangan andalkan ingatan.

Salah satu indikasi wartawan pemula adalah mereka yang mengandalkan ingatan. Pernah ada suatu liptan yang salah dikarenakan wartawan yang malu untuk bertanya. Andaikata belum memahami ucapan narasumber, jangan sungkan untuk bertanya. Tidak validanya suatu berita manakala wartawan hanya meliput dari jarak kejauhan tanpa adanya narasumber.

4.       Tulis dalam kalimat yang jelas, lengkap, dan jernih.
Seringkali redaktur surat kabar atau koran enggan untuk merevisi berita, karena terkejarnya deadline. Dan ketika sedang melakukan prosesi pengumpulan informasi, seorang wartawan harus benar benar melaksanakan landasan teoritis,  yaitu 5w 1H. Yang diutamakan dalam menulis berita adalah bukan terfokus dengan bagaimana suatu berita, tetapi lebih di khususkan kepada apa, dimana,siapa dan mengapa. Dan jangan terlalu banyak dengan opini- opini dari wartawan yang membuat bosan pembaca.

5.       Fokus pada topik berita. Jangan melebar ke sana-sini.
Focus pada topik berita, adalah esensi utama wartawan untuk meraih sebuah suksesi dalam pemberitaan. Wartawan pun, haruslah  memulai mewawancarai narasumber satu dan yang lain yang relevan. Jika seorang wartawan sedang membahas soal “Minimnya Gaji Guru honorer ”. tentunya, wartawan tidak hanya mewawancari satu narasumber dari pihak guru honorer, tapi juga harus mewawancarai pihak kepala sekolah, terus juga Dinas Pendidikan.   
  

0 komentar:

Posting Komentar